Sabtu, 04 Agustus 2012

Antara hakikat dan implementasi


firman allah dalam al-qur'an surah al-baqarah: " maka ingatlah ketika tuhanmu berkata kepada para malaikat, aku akan menciptakan manusia ke muka bumi sebagai khalifah. khalifaha adalah penguada yang ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas ketuhanan. penguasa sesungguhnya bukanlah raja, presiden, gubernur, bupati, wali kota, atau apapun lainya yang hanya sebutan bagi jjabatan duniawi. khalifah yang sesungghuhnya adalah manusia yang adil dan bijaksana. pertama" pada dirinya sendiri dan terutama kepda makhluk allah lainya. untuk melaksanakan tugas kekahlifaan itu, allah mengamanahkan 7 dari 20 sifat-sifat yang dimilikinya, dengan ketujuh sifat itu manusia mampu brkata-kata, memandang, mendengar, memakai akal pikiran , memakai rasa , melakukan prbuatan, dan melangkah (berpergian)kemudian allah menurunkan melalui para rosul-nya aturan-aturan yang meliputi hak, dan kewajiban bagi para kahalifahnya. salah satu diantaranya adalah berkenaan dengan berpuasa. berpuasa diwajibkan sesui syarat-syarat dan rukun-rukunnya selama sebulan penuh pada ramadan setiap tahun (Q.S. al-baqarah) serta puasa-puasa sunah di anjurkan pada waktu tertentu sepanjang tahun. puasa adalah menahan diri dan menyucikan ketujuh sifat yang melekat pada diri kita dari hal-hal yang tidak diridhai oleh allah. puasa yang sesungguhnya bukan hanya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menggugurkan seperti tidak makan dan tidak minum sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. puasa yang sesungguhnya adalah puasa 7 sifat melalui 7 anggota badan:

1. puasakan dan sucikan lisanmu dari ucapan yang allah tidak ridhai.
2. puasakan dan sucikan penglihatanmu dari melihat hal yang allah tidak ridhai.
3. puassakan dan sucikanlah pendengaranmu dari mendengar hal yang allah tidak ridhai.
4. puasakan dan sucikan perbuatanmu dari melakukan hal yang tidak allah ridhai.
5. puasakan dan sucikanlah langkahnu dari dari menuju hal yang allah tidak ridhai.
6. puasakan dan sucikan pikiranmu dari memikirkan hal yang allah tidak ridhai.
7. puasakan dan sucikan hatimu dari prasangka-prasangka yang allah tidak ridhai. ini berarti puasa yang sesungguhnya tidak hanya selama ramadhan atau pada waktu-waktu tertentu di luar ramadhan serta tidak dibatasi oleh terbit fajar dan terbenamnya matahari. puasa yang sesungguhnya adalah puasa sepanjang hayat untuk selalu berjuang menjaga kesucian 7 sifat yang melekat pada diri . jika mati dalam hakikat berpuasa zat keluar dari sifatnya dalam keadan suci yang suci kembali kepada yang maha suci, maka apakah yang dapat mencegahnya?

itulah pembahasan dari saya tentang antara hakikat dan implementasi semoga dapat bermanfaat buat temen-temen semua jika temen-temen kurang jelas temen-temen dapat meninggalkan komentar pada akhir postingan ini somoga saya dapat lebih menjelaskan dari apa yang temen-temen pertanyakan....